Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, ada 4
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah
stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi
yang digunakan. Dalam teori pertumbuhan mereka, dimisalkan luas tanah dan
kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami
perubahan.
Berdasarkan kepada teori pertumbuhan ekonomi klasik
yang baru diterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di
antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan
teori penduduk optimum. Teori pertumbuhan klasik dapat dilihat bahwa apabila
terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada
pendapatan per kapita. Akan tetapi apabila penduduk semakin banyak, hukum hasil
tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi, yaitu
produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan. Oleh karenanya pendapatan
nasional dan pendapatan per kapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya.
Teori pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith
“An Inquiry into the nature and causes of the wealth
of the nation”, teorinya yang dibuat
dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan
gaib)
Teori Pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan :
1.
Pertumbuhan penduduk
2.
Pertumbuhan output total
Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh
3 komponen berikut ini.
1.
sumber-sumber alam
2.
tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
3.
jumlah persediaan
Teori pertumbuhan ekonomi David Ricardo dan T.R Malthus
Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang
semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan
jumlah tenaga kerja melimpah. Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang
dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil
produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya).
Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat ,
delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan
berada pada taraf subisten atau kemandegan.
Y = f(K, L, R, T)
Y = tingkat pertumbuhan ekonomi
K = jumlah barang modal yang tersedia dan digunakan
L = jumlah dan kualitas tenaga kerja yang digunakan
R = jumlah dan jenis kekayaan yang digunakan
T = tingkat teknologi yang digunakan
http://abstraksiekonomi.blogspot.com/2013/08/teori-pertumbuhan-ekonomi-menurut-klasik.html
Y = tingkat pertumbuhan ekonomi
K = jumlah barang modal yang tersedia dan digunakan
L = jumlah dan kualitas tenaga kerja yang digunakan
R = jumlah dan jenis kekayaan yang digunakan
T = tingkat teknologi yang digunakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar