Label

Rabu, 11 November 2015

Tugas 3: Bab.8 Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah

1.      Pengertian Karangan Ilmiah

            Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

 Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

  Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian

2.      Skripsi, Tesis dan Disertasi

Skripsi

skripsi merupakan karya tulis ilmiah atau karangan ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan dari pendapat orang lain. selain itu skripsi dibuat bertujuan untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan gelar sarjana.
skripsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
- Langsung ( observasi Lapangan)
- Tidak Langsung ( studi Kepustakaan

Tesis

tesis merupakan karya ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian tehadap suatu hipotesa. jadi misal ada suatu hipotesa atau atau sesuatu yang masih praduga atau butuh diuji kebenarannya maka dilakukanlah pengujian terhadap praduga tersebut. tesis sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. tesis ditulis untuk meraih gelar magister (S2)


Disertasi

merupakan karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif.disertasi ini ditulis untuk meraih gelar doktor (S3)

Perbedaan Skripsi, Tesis, Disertasi

perbedaan dari ketiga jenis karya ilmiah itu  secara umum adalah perbedaan dalam mendapatkan gelar. pada skripsi gelar yang akan di dapat adalah sarjana (S1), pada tesis gelar yang dapat diperoleh adalah magister (S2), dan pada disertasi gelar yang didapat adalah doktor (S3)

selain perbedaan gelar yang didapat ketiga karya ilmiah tersebut memilik perbedaan lainnya.disertasi bobot akademisnya lebih besar daripada tesis, dan tesis bobot akademisnya lebih besar dari skripsi. selain itu permasalahan yang dibahas dalam ketiga karya ilmiah itu berbeda. pada disertasi permasalahan yang dibahas lebih luas dan mendalam daripada kedua karya ilmiah lainnya karena hasil dari disertasi merupakan teori baru atau sesuatu yang baru dan asli diciptakan. pada tesis permasalahan yang dibahas lebih mendalam daripada skripsi.


3.      Karangan Ilmiah Populer

a.       Pengertian

Karangan ilmu pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk karangan ilmiah populer atau semiilmiah. Karangan ilmiah poopuler menyajikan fakta pribadi dengan teknik sederhana dan bahasa sederhana. Namun, tetap disajikan dengan sistematis yang disesuaikan dengan tingkat kecerdasan masyarakat.

Ciri-ciri karangan ilmmiah populer adalah :

ü  menyajikan fakta pribadi yang disimpulkan subjektif;
ü  menggunakan bahasa sederhana dengan gaya formal dan populer.
ü  selalu mementingkan diri penulis;
ü  melebih-lebihkan sesuatu;
ü  usulan-usulan bersifat argumentatif dan bersifat persuasi
ü  tidak membuat hipotesis karena mengingat timbangan cara dan tingkat berpikir masyarakat awam;
ü  penjelasan tentang suati situasi didramatisasikan melalui ssuatu ceriita;
ü  penulis selalu mengajak perasaan pembacanya agar pembacanya seolah-olah melihat atau mengalami sendiri situasi yang ditulisnya.

b.       Bentuk Karangan Ilmiah Populer

Karangan ilmiah populer dapat berbentuk artikel, editorial, opini, tips, dan resensi buku. Klarifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga. Klarifikasi pembuatan resensi buku non ilmiah seperti puisi dan novel yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, dan apresiasi.

4.      Pengertian jurnal Ilmiah

Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan.

Jurnal ilmiah dianggap sebagai sumber informasi primer atau yang paling penting di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ilmiah berisi kumpulan artikel yang dipublikasikan secara periodik, ditulis oleh para ilmuwan peneliti untuk melaporkan hasil-hasil penelitian terbarunya. Karena itulah, keberadaan jurnal ilmiah merupakanhal yang penting untuk terus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tulisan atau artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah, sudah mengalami proses peer-review dan seleksi ketat dari para pakar di bidangnya masing-masing. Proses peer-review ini dijalankan untuk menjamin kualitas dan validitas ilmiah artikel yang dimuat.

5.      Laporan

Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitian. Bisa berupa praktikum maupun riset pada bidang dan atau topik tertentu.







Tugas 3: Bab.6 ASPEK PENALARAN DALAM KARANGAN ILMIAH


·      1.     Penggunaan Bahasa dan Aspek Penalaran dalam Karya Ilmiah

Apa pun karya ilmiah yang dihasilkan, di dalamnya harus terdapat dua hal pokok, yaitu sistematika penulisan dan sistematika penyajian. Penggunaan bahasa untuk penulisan karya ilmiah berkaitan dengan hal pertama, yaitu sistematika penulisan, agar orang lain mengerti informasi yang disampaikan di dalam tulisan tersebut. Secara umum penggunaan bahasa yang dimaksud di sini meliputi diksi, kalimat, paragraf, dan ejaan.

Karya ilmiah disampaikan dengan menggunakan media bahasa. Bahasa yang digunakan dalam penulisan artikel dan laporan hasil penelitian adalah bahasa ragam tulis baku, bukan ragam lisan. Ragam tulis baku menggunakan kata-kata yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemilihan kata, antara lain, baku, cermat, sesuai dengan maksud, sesuai dengan kaidah bahasa, dan lazim. Kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang efektif atau kalimat yang gramatikal. Parangar-paragraf yang disusun harus logis, sedangkan ejaan yang dipakai mengikuti kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.

Menulis merupakan proses bernalar. Untuk mengemukakan suatu topik kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan, dan sebagainya. Berdasarkan prosesnya bernalar dapat dibedakan atas bernalar induktif dan bernalar deduktif. Secara umum penalaran dalam penulisan laporan teknis mencakup kedua proses bernalar tersebut.

Suatu laporan teknis merupakan hasil proses bernalar induktif, deduktif, atau gabungan keduanya. Suatu tulisan yang bersifat deduksi dimulai dengan sebuah pernyataan umum berupa kaidah, peraturan, teori, atau pernyataan umum lainnya. Selanjutnya, pernyataan umum itu akan dikembangkan dengan pernyataan yang bersifat khusus. Sebaliknya, suatu tulisan yang bersifat induksi dimulai dengan rincian-rincian dan diakhiri dengan suatu kesimpulan umum. Gabungan antara keduanya dimulai dengan pernyataan umum yang diikuti rincian dan diakhiri dengan pengulangan pernyataan umum itu.

Dalam praktiknya, proses deduktif dan induktif itu diwujudkan dalam satuan tulisan yang berupa paragraf. Di dalam paragraf suatu pernyataan umum yang mengandung gagasan utama dikembangkan melalui kalimat-kalimat yang padu. Dengan demikian, dalam hal ini dikenal paragraf deduktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf, paragraf induktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak diakhir paragraf, dan paragraf campuran, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal dan akhir paragraf.

Proses berpikir deduktif dan induktif itu diterapkan dalam pengembangan seluruh karangan. Paragraf deduktif dan induktif mungkin dipergunakan secara bergantian, bergantung kepada gaya yang dipilih penulis sesuai dengan efek dan tekanan yang ingin diberikan. Penulisan laporan teknis merupakan sintesis antara proses deduktif dan induktif.

2.      Penalaran dalam Karangan Ilmiah

Penalaran menurut Anton M. Moeliono (1989), penalaran adalah pengambilan simpulan (conclusion, inference) dari bahan bukti atau petunjuk (evidence). Penalaran menurut Widjono Hs penalaran adalah (1) Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan, (2) menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan, (3) Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru, (4) Dalam karangan terdiri dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menghasilkan dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat dan simpulan, (5) Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.


   Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan observasi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum. Penalaran induktif pada dasarnya terdiri dari 3 macam : generalisasi, analogi, dan sebab akibat. Generalisasi adalah penalaran berdasarkan atas pengamatan sejumlah segala yang bersifat khusus, serupa, atau sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum. Analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. Sebab akibat adalah proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antargejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat-sebab, sebab-akibat-akibat.

Contoh :

Seorang polisi lalulintas mengamati proses peristiwa di tempat kejadian perkara suatu kecelakaan lalulintas di perempatan Rawamangun Muka, persilangan Rawamangun Muka-Utan kayu dan Cililitan-Tanjung Priok yang terjadi pada tanggal 10 Juli 2000 pukul 12.30 WIB. Sebuah sepeda motor dari arah Tanjung Priok menabrak mobil sehingga pintu mobil di bagian kiri rusak, penyot sedalam 10 cm, dan sepeda motor tergeletak di dekat mobil yang ditabraknya. Seorang saksi mata menuturkan bahwa pengendara sepeda motor tersebut terkapar jatuh 1.5 m di sebelah kiri sepeda motornya. Dalam pengamatanya, melalui proses penghitungan waktu, polisi menyatakan bahwa pada saat mobil melintas dari arah Cililitan ke Rawamangun Muka lampu hijau menyala dan dibenarkan oleh para saksi. Polisi menyatakan bahwa dalam keadaan lampu merah sepeda motor berkecepatan tinggi dari arah Tanjung Priok menabrak mobil yang sedang berbelok dari arah selatan ke arah Rawamangun Muka. Hasil pengamatan : pengendara sepeda motor terbukti bersalah. Kesimpulan : (1)pengendara sepeda motor harus membiayai perbaikan mobil yang ditabraknya, (2)Membayar denda atas pelanggarannya.
Karangan ilmiah kualitatif induktif dilandasi penalaran (1) observasi data, (2) menyusun estimasi, (3) verifikasi analisis pembuktian, (4) pembenaran / komparasi konstan (terus-menerus dan berkelanjutan sampai suatu simpulan), (5) konfirmasi (penegasan dan pengesahan) melalui pengujian hipotesis , (6) hasil generalisasi /induksi.

·         Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah proses berfikir logis yang diawali dengan penyajian fakta yang di sertai pembuktian khusus, dan diakhiri simpulan khusus yang berupa prinsip, sikap atau fakta yang berlaku khusus. Karangan deduktif mempunyai bermacam-macam jenis berdasarkan tehnik pengembangan-nya maupun urain isinya. Dalam paragraph jenis-jenis tersebut dapat dilihat pada contoh berikut ini.

Contoh :

Pengembangan perekonomian Indonesia belum berpihak kepada rakyat kecil. Pertumbuhan pendapatan nasional (GNP) belum mengembirakan, produk ekspor belum secepat yang di harapkan, dan nilai tukar dolar cenderung menurun. Kondisi ini diperburuk oleh ketidakcerdasaan masyarakat menyikapi potensi nasional yang belum bermanfaat dengan baik. Misalnya : kekayaan laut setiap tahun hilang sia-sia sebesar 4 s.d. 5 milliar USD padahal oara nelayan kita menangis kelaparan. Tanah yang busur untuk berbagai komoditas (kapas, cokelat, dan sayur-mayur belum diberdayakan. Padahal petani dan buruh-tani kita menyekolahkan anaknyapun tidak mampu. Situasi menyedihkan jika pabrik tekstil lebih suka mengimpor kapas dari Negara industri yang sudah sangat maju. Kekayaan hutan mengalir ke Negara tetangga secara illegal. Padahal pengolahan kekayaan tersebut dapat menciptakan lapangan kerja bagi para penganggur. Selain itu, paradigma para petani dan pengusaha sering tidak sejalan misalnya: pabrik gula memerlukan tebu tetapi tidak banyak petani menanam tebu; pabrik tekstil memerlukan kapas; tetapi pengusaha tekstil lebih suka mengimpor kapas dari Amerika. Pabrik sepatu memerlukan peternak penghasil kulit, tetapi tidak banyak peternak tidak melakukanya. Pengusaha cenderung mengimpornya bahan baku tersebut. Padahal, produksi bahan baku ini daoat memberikan lapangan kerja yang cukup besar jika diproduksi secara nasional. Kondisi ini masih di perburuk oleh barang penyelendupan yang membanjiri masyarakat kita. Padahal produk yang sudah dihasilkan belum laku terhual – buruh kecil terancam PHK. Perekonomian nelayan, petani dan buruh kecil belum layak.

Paragraph di atas berupa karangan kualitatif deduktif, proses penalaran diawali dengan

a.       pernyataan yang besifat mu: perekonomian Indonesia belum berpihak kepada rakyat kecil.
b.       pembahasan kualifikasi perekonomian yang kurang berkembang.
c.       Spesifikasi perekonomian masyarakat kecil dalam bidang tertentu bagi: nelayan, petani buruh,
d.      Perekonomian nelayan petani, buruh kecil belum layak (deduktif)
Karangan kualitatif sering di gunakan dalam pembahasan masalah-masalahhumaniora (sastra, kemanusiaan, cinta kasih, penderitaan, dan lain-lain). Naum, kualifikasi produk yang bernilai ekonomi, seperti: keindahan pakaian, kecantikan,keserasian, dan lain-laindapat pula menggunakan jenis karangan ini/ selain itu, karangan jenis ini dapat pula berisi pembahasan produk teknologi yang dipadukan dengan seni, misalnya keindahan rumah, kemewahan mobil, dan kenyamanan menumpang pesawat terbang. Karangan jenis ini ditandai tanpa adanya angka kuantitatif.
Dalam karangan (laporan penelitian) deduktif di tandai dengan penggunaa angka kuatitatif yang bersifat rasional. Proses penalaran dapat di gambarkan dengan diagram berikut (Penalaran deduktif / induktif). Secara rinci proses tersebut mnguraikan

(1) bidang observasi; berdasarkan bidang studi kajian.
(2) rumusan masalah; pertanyaan yang akan dibahas.
(3) Kerangka teori; berisi pola pembahasan varibel.
(4) Tujuan, tahapan yang hendak dicapai.
(5) Rumusah hipotesis dan penjelasanya.
(6) Deskriptif data; diperlukan untuk mengujikan hipotesis.
(7) Desain penelitian (metode penelitian); proses pengumpulan data, pengolahan, hasil analisis data sampai dengan simpulan.
(8) Analisis data
(9) Hasil analisis, dan
(10) Simpulan deduktif; interpretasi atas hasil.

http://jurnalekis.blogspot.co.id/2012/01/penggunaan-bahasa-dan-aspek-penalaran.html


http://www.juliancholse.com/2011/04/penalaran-dalam-karya-tulis-ilmiah.html

Rabu, 14 Oktober 2015

Tugas 2 : BAB.5 METODE ILMIAH



1.     Pengertian Metode Ilmiah
Pengertian metode dan langkah langkah metode ilmiah - Kali ini, akan dijelaskan tentang apa itu metode ilmiah dan bagaimana langkah langkah metode ilmiah.  Secara sederhana, pengertian metode ilmiah adalah langkah kerja yang dilakukan oleh para peneliti dalam menjawab masalah yang ada.

2.     Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
Tujuan adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Untuk karena itu dalam penulisan ilmiah kita tidak bias asal tulis atau tidak mengindahkan kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan kita mempelajari metode ilmiah :
-          Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis
-          Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis
-           Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah

3.     Sikap Ilmiah
Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Triandis mendefenisikan sikap sebagai : “ An attitude ia an idea charged with emotion which predis poses a class of actions to aparcitular class of social situation” .
Rumusan di atas diartikan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu obyek dan sikap terhadap obyek ini disertai dengan perasaan positif atau negatif. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.
Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk bertindak atau berprilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah.
Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
-          Sikap ingin tahu
-          Sikap kritis
-          Sikap obyektif
-          Sikap ingin menemukan
-          Sikap tekun
4. Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

-          Merumuskan masalah.
-          Merumuskan hipotesis.
-          Mengumpulkan data.
-          Menguji hipotesis.
-          Merumuskan kesimpulan.

-       

http://shofidzulfikar41.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-metode-ilmiah-tujuan.html
http://penelitiantindakankelas.blogspot.co.id/2013/07/pengertian-dan-langkah-langkah-metode-ilmiah.html