· 1. Penggunaan Bahasa dan Aspek
Penalaran dalam Karya Ilmiah
Apa pun karya ilmiah yang dihasilkan, di dalamnya harus terdapat
dua hal pokok, yaitu sistematika penulisan dan sistematika penyajian.
Penggunaan bahasa untuk penulisan karya ilmiah berkaitan dengan hal pertama,
yaitu sistematika penulisan, agar orang lain mengerti informasi yang
disampaikan di dalam tulisan tersebut. Secara umum penggunaan bahasa yang
dimaksud di sini meliputi diksi, kalimat, paragraf, dan ejaan.
Karya ilmiah disampaikan dengan menggunakan media bahasa. Bahasa
yang digunakan dalam penulisan artikel dan laporan hasil penelitian adalah
bahasa ragam tulis baku, bukan ragam lisan. Ragam tulis baku menggunakan
kata-kata yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemilihan kata, antara lain, baku,
cermat, sesuai dengan maksud, sesuai dengan kaidah bahasa, dan lazim.
Kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang efektif atau kalimat yang
gramatikal. Parangar-paragraf yang disusun harus logis, sedangkan ejaan yang dipakai mengikuti kaidah ejaan bahasa
Indonesia yang disempurnakan.
Menulis merupakan proses bernalar. Untuk mengemukakan suatu topik
kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan, dan
sebagainya. Berdasarkan prosesnya bernalar dapat dibedakan atas bernalar
induktif dan bernalar deduktif. Secara umum penalaran dalam penulisan laporan
teknis mencakup kedua proses bernalar tersebut.
Suatu laporan teknis merupakan hasil proses bernalar induktif,
deduktif, atau gabungan keduanya. Suatu tulisan yang bersifat deduksi dimulai
dengan sebuah pernyataan umum berupa kaidah, peraturan, teori, atau pernyataan
umum lainnya. Selanjutnya, pernyataan umum itu akan dikembangkan dengan
pernyataan yang bersifat khusus. Sebaliknya, suatu tulisan yang bersifat
induksi dimulai dengan rincian-rincian dan diakhiri dengan suatu kesimpulan umum.
Gabungan antara keduanya dimulai dengan pernyataan umum yang diikuti rincian
dan diakhiri dengan pengulangan pernyataan umum itu.
Dalam praktiknya, proses deduktif dan induktif itu diwujudkan
dalam satuan tulisan yang berupa paragraf. Di dalam paragraf suatu pernyataan
umum yang mengandung gagasan utama dikembangkan melalui kalimat-kalimat yang
padu. Dengan demikian, dalam hal ini dikenal paragraf deduktif, yaitu paragraf
yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf, paragraf induktif, yaitu paragraf
yang kalimat utamanya terletak diakhir paragraf, dan paragraf campuran, yaitu
paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal dan akhir paragraf.
Proses berpikir deduktif dan induktif itu diterapkan dalam
pengembangan seluruh karangan. Paragraf deduktif dan induktif mungkin
dipergunakan secara bergantian, bergantung kepada gaya yang dipilih penulis
sesuai dengan efek dan tekanan yang ingin diberikan. Penulisan laporan teknis
merupakan sintesis antara proses deduktif dan induktif.
2.
Penalaran dalam Karangan
Ilmiah
Penalaran menurut Anton M.
Moeliono (1989), penalaran adalah pengambilan simpulan (conclusion, inference)
dari bahan bukti atau petunjuk (evidence). Penalaran menurut Widjono Hs
penalaran adalah (1) Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam
urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan, (2) menghubung-hubungkan
fakta atau data sampai dengan suatu simpulan, (3) Proses menganalisis suatu
topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru, (4) Dalam
karangan terdiri dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji,
membahas, atau menghasilkan dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji
sampai menghasilkan suatu derajat dan simpulan, (5) Pembahasan suatu masalah
sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian
baru.
Penalaran
Induktif
Penalaran
induktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan observasi data,
pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum. Penalaran
induktif pada dasarnya terdiri dari 3 macam : generalisasi, analogi, dan sebab
akibat. Generalisasi adalah penalaran berdasarkan atas pengamatan sejumlah
segala yang bersifat khusus, serupa, atau sejenis yang disusun secara logis dan
diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum. Analogi adalah proses penalaran
berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau
mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap
objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. Sebab
akibat adalah proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antargejala
yang mengikuti pola sebab akibat, akibat-sebab, sebab-akibat-akibat.
Contoh :
Seorang polisi
lalulintas mengamati proses peristiwa di tempat kejadian perkara suatu
kecelakaan lalulintas di perempatan Rawamangun Muka, persilangan Rawamangun
Muka-Utan kayu dan Cililitan-Tanjung Priok yang terjadi pada tanggal 10 Juli
2000 pukul 12.30 WIB. Sebuah sepeda motor dari arah Tanjung Priok menabrak
mobil sehingga pintu mobil di bagian kiri rusak, penyot sedalam 10 cm, dan
sepeda motor tergeletak di dekat mobil yang ditabraknya. Seorang saksi mata
menuturkan bahwa pengendara sepeda motor tersebut terkapar jatuh 1.5 m di
sebelah kiri sepeda motornya. Dalam pengamatanya, melalui proses penghitungan
waktu, polisi menyatakan bahwa pada saat mobil melintas dari arah Cililitan ke
Rawamangun Muka lampu hijau menyala dan dibenarkan oleh para saksi. Polisi
menyatakan bahwa dalam keadaan lampu merah sepeda motor berkecepatan tinggi
dari arah Tanjung Priok menabrak mobil yang sedang berbelok dari arah selatan
ke arah Rawamangun Muka. Hasil pengamatan : pengendara sepeda motor terbukti
bersalah. Kesimpulan : (1)pengendara sepeda motor harus membiayai perbaikan
mobil yang ditabraknya, (2)Membayar denda atas pelanggarannya.
Karangan ilmiah kualitatif
induktif dilandasi penalaran (1) observasi data, (2) menyusun estimasi, (3)
verifikasi analisis pembuktian, (4) pembenaran / komparasi konstan
(terus-menerus dan berkelanjutan sampai suatu simpulan), (5) konfirmasi
(penegasan dan pengesahan) melalui pengujian hipotesis , (6) hasil generalisasi
/induksi.
·
Penalaran
Deduktif
Penalaran
deduktif adalah proses berfikir logis yang diawali dengan penyajian fakta yang
di sertai pembuktian khusus, dan diakhiri simpulan khusus yang berupa prinsip,
sikap atau fakta yang berlaku khusus. Karangan deduktif mempunyai
bermacam-macam jenis berdasarkan tehnik pengembangan-nya maupun urain isinya.
Dalam paragraph jenis-jenis tersebut dapat dilihat pada contoh berikut ini.
Contoh :
Pengembangan
perekonomian Indonesia belum berpihak kepada rakyat kecil. Pertumbuhan
pendapatan nasional (GNP) belum mengembirakan, produk ekspor belum secepat yang
di harapkan, dan nilai tukar dolar cenderung menurun. Kondisi ini diperburuk
oleh ketidakcerdasaan masyarakat menyikapi potensi nasional yang belum
bermanfaat dengan baik. Misalnya : kekayaan laut setiap tahun hilang sia-sia
sebesar 4 s.d. 5 milliar USD padahal oara nelayan kita menangis kelaparan.
Tanah yang busur untuk berbagai komoditas (kapas, cokelat, dan sayur-mayur
belum diberdayakan. Padahal petani dan buruh-tani kita menyekolahkan anaknyapun
tidak mampu. Situasi menyedihkan jika pabrik tekstil lebih suka mengimpor kapas
dari Negara industri yang sudah sangat maju. Kekayaan hutan mengalir ke Negara
tetangga secara illegal. Padahal pengolahan kekayaan tersebut dapat menciptakan
lapangan kerja bagi para penganggur. Selain itu, paradigma para petani dan
pengusaha sering tidak sejalan misalnya: pabrik gula memerlukan tebu tetapi
tidak banyak petani menanam tebu; pabrik tekstil memerlukan kapas; tetapi
pengusaha tekstil lebih suka mengimpor kapas dari Amerika. Pabrik sepatu
memerlukan peternak penghasil kulit, tetapi tidak banyak peternak tidak
melakukanya. Pengusaha cenderung mengimpornya bahan baku tersebut. Padahal,
produksi bahan baku ini daoat memberikan lapangan kerja yang cukup besar jika
diproduksi secara nasional. Kondisi ini masih di perburuk oleh barang
penyelendupan yang membanjiri masyarakat kita. Padahal produk yang sudah
dihasilkan belum laku terhual – buruh kecil terancam PHK. Perekonomian nelayan,
petani dan buruh kecil belum layak.
Paragraph di
atas berupa karangan kualitatif deduktif, proses penalaran diawali dengan
a.
pernyataan
yang besifat mu: perekonomian Indonesia belum berpihak kepada rakyat kecil.
b.
pembahasan kualifikasi perekonomian yang
kurang berkembang.
c.
Spesifikasi
perekonomian masyarakat kecil dalam bidang tertentu bagi: nelayan, petani
buruh,
d.
Perekonomian
nelayan petani, buruh kecil belum layak (deduktif)
Karangan
kualitatif sering di gunakan dalam pembahasan masalah-masalahhumaniora (sastra,
kemanusiaan, cinta kasih, penderitaan, dan lain-lain). Naum, kualifikasi produk
yang bernilai ekonomi, seperti: keindahan pakaian, kecantikan,keserasian, dan
lain-laindapat pula menggunakan jenis karangan ini/ selain itu, karangan jenis
ini dapat pula berisi pembahasan produk teknologi yang dipadukan dengan seni,
misalnya keindahan rumah, kemewahan mobil, dan kenyamanan menumpang pesawat
terbang. Karangan jenis ini ditandai tanpa adanya angka kuantitatif.
Dalam karangan (laporan penelitian)
deduktif di tandai dengan penggunaa angka kuatitatif yang bersifat rasional.
Proses penalaran dapat di gambarkan dengan diagram berikut (Penalaran deduktif
/ induktif). Secara rinci proses tersebut mnguraikan
(1) bidang observasi; berdasarkan bidang
studi kajian.
(2) rumusan masalah; pertanyaan yang
akan dibahas.
(3) Kerangka teori; berisi pola
pembahasan varibel.
(4) Tujuan, tahapan yang hendak dicapai.
(5) Rumusah hipotesis dan penjelasanya.
(6) Deskriptif data; diperlukan untuk
mengujikan hipotesis.
(7) Desain penelitian (metode
penelitian); proses pengumpulan data, pengolahan, hasil analisis data sampai
dengan simpulan.
(8) Analisis data
(9) Hasil analisis, dan
(10) Simpulan deduktif; interpretasi
atas hasil.
http://jurnalekis.blogspot.co.id/2012/01/penggunaan-bahasa-dan-aspek-penalaran.html
http://www.juliancholse.com/2011/04/penalaran-dalam-karya-tulis-ilmiah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar