EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI 2 SISI
DISUSUN OLEH :
UUN
UNIYAH
29213071
2EB26
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena rahmat dan hidayahnyalah sehingga
makalah yang berjudul “Sejarah Berdirinya Koperasi” dapat diselesaikan tepat
waktu
Adapun tujuan Makalah ini dibuat yaitu agar
mahasiswa ataupun mahasiswi serta semua pihak yang terlibat dalam pembuatan
makalah ini dapat mengetahui lebih dalam kembali mengenai
evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari dua sisi ,pada makalah ini akan ada
banyak pembahasan yang mungkin mahasiswa ataupun mahasiswi yang belum di bahas
maka kami sebagai penulis akan membahasnya pada makalah ini.
Sebagai penulis ,kami sadar bahwa makalah ini jauh
dari kesempurnaan,karena sesungguhnya kesempurnaan hanya seutuhnya milik Allah
SWT ,oleh karena itu kami mengharapkan kritik ataupun saran dari mahasiswa /
mahasiswi serta dosen pembimbing agar makalah ini dapat menjadi jauh lebih
sempurna kembali dari yang sebelumnya.
Dengan terselesainya makalah ini selain kami ucapkan
kepada Allah SWT ,kami mengucapakan kembali terima kasih kepada dosen
pembimbing yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini serta teman
– teman yang turut serta dalam pengumpulan data sampai pada pembuatan akhirnya,
kami berharap agar makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
baik pembaca,mahasiswa serta masyrakat dalam menambah wawasan dan pengetahuan
yang ada saat ini demi terciptanya perekonomian
indonesia yang baik.
Ø Evaluasi Keberhasilan Koperasi
Dilihat dari Sisi Anggota
A. Efek-efek
Ekonomis Koperasi
Salah satu
hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya
yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi
ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan)
yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota
sebagai pengguna akan mempersoalan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan
jasa, menguntungkan atau tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau
pembeli di luar koperasi.
Pada
dasarnya anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan
koperasi:
Jika
kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan
Jika
pelayanan tersebut ditawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih
menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak lain di luar
koperasi
B. Efek
Harga dan Efek Biaya
Partisipasi
anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu besarnya nilai manfaat peayanan koperasi
secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi
utilitaria sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang
dimaksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi
yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga yang
menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai
maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat
dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang
ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga
untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam
dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
C. Analisis
Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan Koperasi
Dalam badan
usaha koperasi, laba bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen,
melainkan aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi,
fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun
transaksi anggota dengan kopersinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka
idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.
Keberhasilan
koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan
partisipasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu
manfaat yang didapat oleh anggota tersebut.
D. Penyajian
dan Analisis Neraca Pelayanan
Disebabkan
oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi,
terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota
harus secara kontinyu di sesuaikan
Ada dua
faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada
anggotanya, yaitu:
Adanya
tekanan persaingan dari anggota lain (terutama organisasi non koperasi).
Perubahan
kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan
kebutuhan ini akan menentukan kebutuhan pola kebutuhan anggota dalam
mengkonsumsi produk-produk yang ditawarkan koperasi
Bila
koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang
lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap
koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan peayanan, koperasi membutuhkan
informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
Ø Evaluasi Keberhasilan Koperasi
Dilihat dari Sisi Perusahaan.
Tidak dapat
di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh
fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu
koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun
tujuan utamanya melayani anggota.
-
Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya di
hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi
atau di perolehnya manfaat ekonomi.
-
Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan
input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya
(Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien). Di hubungkan dengan waktu terjadinya
transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua
jenis manfaat ekonomi yaitu :
1. Manfaat
ekonomi langsung (MEL) :
MEL adalah manfaat ekonomi yang
diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara
anggota dengan koperasinya.
2. Manfaat
ekonomi tidak langsung (METL) :
METL adalah manfaat ekonomi yang
diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh
kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan
keuangan/pertanggung jawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU
anggota.
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
- TME = MEL + METL
- MEN = (MEL + METL) BA
Bagi suatu
badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose),
maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai
berikut :
- MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
- METL = SHUa
Efisiensi
Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
- Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP) =
Realisasi Biaya pelayanan / Anggaran biaya pelayanan
(Jika TEBP
< 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota)
- Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) =
Realisasi biaya usaha / Anggaran biaya usaha
(Jika TEBU
< 1 berarti efisien biaya usaha)
- Efektivitas Koperasi adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
- Analisis Laporan Keuangan : Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari system pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
- Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi :
- Neraca.
- Perhitungan hasil usaha (income statement)
- Laporan arus kas(cash flow)
- Catatan atas laporan keuangan.
- Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar